Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Husni Kamil Manik Ketua KPU Meninggal Dunia


Rohilfans.info Jakarta. Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, Kamis (7/7/2016) malam.


Kabar duka tersebut disampaikan oleh Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah. Husni meninggal dunia karena sakit sekitar pukul 21.00 WIB.

"Betul, kabarnya begitu," kata Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah saat dikonfirmasiKompas.com, Kamis malam.

Ferry belum mengetahui secara pasti apa penyebab Husni wafat. Menurut informasi yang ia peroleh, Husni sempat dirawat di RSPP sebelum meninggal dunia.

Secara terpisah, Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay mengatakan, ia sempat berkomunikasi dengan Husni pada pukul 12.30 WIB. Kondisi kesehatan Husni menurun pukul 19.00 WIB.

"Sempat mendapat penanganan dari dokter dan stabil. Tapi ternyata dapat info (meninggal) pukul 21.00 WIB," ujar Hadar saat dihubungi, Kamis.

Hadar mengatakan sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyakit Husni.

Sebelum menjabat sebagai Ketua KPU, Husni tercatat pernah menjadi Komisioner KPU Sumatera Barat sejak 2003. Ia bergabungan dengan KPU pusat sejak 2012.

Sumber : Kompas.com

Terbongkarnya Sindikat Vaksin Palsu


Jakarta - Pasutri Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina ditangkap tim Bareskrim Polri karena terlibat dalam pembuatan vaksin palsu untuk bayi.

Hidayat dan Rita yang menetap di perumahan mewah di Jl Kumala 2, Perumahan Kemang Pratama Regency, Bekasi Timur, ditangkap pada hari Selasa (21/6). Saat itu polisi membawa tersangka lain berinisial S yang mengenal keduanya.

"Waktu itu ada sekitar 4 mobil polisi," kata Eko Supriyanto, satpam perumahan saat ditemui detikcom, Minggu (26/6/2016).

Kedatangan tim Bareskrim sekitar pukul 21.00 WIB sempat ditolak Hidayat dan istri. Namun polisi ditemani dua orang satpam tetap masuk dan melakukan penggeledahan di rumah megah tersebut.

Hidayat menurut Eko membantah memproduksi vaksin palsu. Namun kenyataannya, polisi berhasil menemukan vaksin palsu di sejumlah ruangan dan disita sebagai barang bukti.

"Tempat nyimpennya di kamar tidur, di kamar anak, di ruang kerja utama sama di gudang itu yang sudah diplastikin di-pack," imbuh Eko.

Dari informasi yang dihimpun, Hidayat bersama istrinya sudah 3 tahun tinggal di Kemang Regency. Namun keduanya dikenal tertutup sehingga jarang bertegur sapa dengan para tetangga.

Produksi dan peredaran vaksin palsu di Bogor, Jakarta, Banten dan Jabar berhasil diungkap Mabes Polri. Vaksin palsu yang diproduksi adalah vaksin wajib untuk bayi yakni hepatitis, campak dan vaksin untuk tuberkulosis, BCG.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Brigjen Agung Setya Imam Effendi mengatakan, jaringan vaksin palsu memiliki 3 kelompok, yakni produsen, distributor hingga pihak yang menyerahkan langsung ke pengguna.

Ketiga kelompok itu ditangkap di 3 tempat yang berbeda yakni Puri Hijau Bintaro yang merupakan tempat produsen, kedua di Jl Serma Achim Bekasi Timur dan Kemang Pratama Regency, Bekasi.
sumber : Detik.com

BI Bantah Keluarkan Uang Pecahan Rp 200 Ribu



Jakarta - Masyarakat dihebohkan dengan informasi peredaran uang pecahan Rp 200 ribu yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI). Keberadaan uang ini diketahui lewat media sosial (medsos). Benarkah BI telah mengeluarkan uang kertas tersebut?
Ternyata, keberadaan uang pecahan Rp 200 ribu ini dibantah BI. Bank Sentral ini langsung memberikan klarifikasi perihal informasi di media sosial yang menyatakan pihaknya telah menerbitkan uang rupiah pecahan Rp 200 ribu.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara menegaskan, sampai saat ini BI hanya mengeluarkan dan mengatur pecahan rupiah paling besar yaitu Rp 100 ribu‎.

"Terkait informasi yang beredar di medsos mengenai uang pecahan Rp 200 ribu, Bank Indonesia menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar," kataTirta dalam keterangannya, Kamis (18/2/2016).

Dia menilai, kemunculan pecahan uang kertas dengan pecahan Rp 200 ribu tersebut dilakukan pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab. Sebab selama ini, BI memiliki aturan jika ingin mengeluarkan pecahan baru dari mata uang rupiah.

"Untuk tiap uang pecahan baru yang dikeluarkan, Bank Indonesia akan mengeluarkan pernyataan resmi di media massa dan website www.bi.go.id," Tirta menjelaskan.

Sebab itu, dia menghimbau kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan informasi yang beredar.
Sebagai informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menemukan informasi tentang Rupiah, termasuk ciri keaslian rupiah di link http://www.bi.go.id/id/rupiah/default.aspx.

Selain itu, apabila terdapat pertanyaan, masyarakat dapat menghubungi contact center Bank Indonesia di (021)131 atau bicara@bi.go.id, pada jam kerja.‎

Kabar peredaran uang Rp 200 ribu ini diketahui dari akun Facebook. Salah satunya di akun milik Asia Chian. Akun itu mengunggah foto uang pecahan Rp 200 ribu dengan latar belakang orang menunggang kuda.

sumber : Liputan6.com

Tanda Malam Lailatul Qadar

  Tanda Malam Lailatul Qadar

1- Keadaan matahari di pagi hari, terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru
Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
هِىَ اللَّيْلَةُ الَّتِى أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِقِيَامِهَا هِىَ لَيْلَةُ صَبِيحَةِ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ وَأَمَارَتُهَا أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ فِى صَبِيحَةِ يَوْمِهَا بَيْضَاءَ لاَ شُعَاعَ لَهَا.
Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim no. 762)
2- Kedaan malam tidak panas, tidak juga dingin, matahari di pagi harinya tidak begitu cerah nampak kemerah-merahan

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء
Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18: 361. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahihul Jaami’ no. 5475)
Namun tanda tersebut tak perlu dicari-cari. Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah berkata,
وَقَدْ وَرَدَ لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ عَلَامَاتٌ أَكْثَرُهَا لَا تَظْهَرُ إِلَّا بَعْدَ أَنْ تَمْضِي
“Ada beberapa dalil yang membicarakan mengenai tanda-tanda lailatul qadar. Namun itu semua tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu.” (Fath Al-Bari, 4: 260)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mencari-cari tanda. Yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah memperbanyak ibadah saja di akhir-akhir Ramadhan,
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: – كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ اَلْعَشْرُ -أَيْ: اَلْعَشْرُ اَلْأَخِيرُ مِنْ رَمَضَانَ- شَدَّ مِئْزَرَهُ, وَأَحْيَا لَيْلَهُ, وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)

Carilah Malam Lailatul Qadar

Kita diperintahkan untuk mencari lailatul qadar. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169)
Terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil lebih memungkinkan daripada malam-malam genap. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha pula, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2017)
Ganjil tersebut bisa dihitung dari awal bulan, maka malam yang dicari adalah malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. Namun bisa jadi pula lailatul qadar dihitung dari malam yang tersisa. Dalam hadits lain disebutkan,
لِتَاسِعَةٍ تَبْقَى لِسَابِعَةٍ تَبْقَى لِخَامِسَةٍ تَبْقَى لِثَالِثَةٍ تَبْقَى
Bisa jadi lailatul qadar ada pada sembilan hari yang tersisa, bisa jadi ada pada tujuh hari yang tersisa, bisa jadi pula pada lima hari yang tersisa, bisa juga pada tiga hari yang tersisa” (HR. Bukhari). Oleh karena itu, jika bulan Ramadhan ternyata 30 hari, berarti malam ketiga puluh adalah malam yang menggenapi. Jika dihitung dari hari terakhir, malam ke-22 berarti sembilan hari yang tersisa. Malam ke-24 berarti tujuh hari yang tersisa. Inilah yang ditafsirkan oleh Abu Sa’id Al Khudri dalam hadits shahih. Inilah yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa memilah-milah hari ganjil dan genap.

Tanda Seseorang Mendapatkan Malam Lailatul Qadar
Syaikh Khalid Al-Mushlih hafizhahullah menyatakan bahwa tidak ada tanda khusus jika seseorang telah mendapatkan Lailatul Qadar. Terang beliau, kalau kita memperbanyak beribadah terus menerus di sepuluh hari terakhir Ramadhan, tentu akan mendapatkan malam penuh kemuliaan tersebut. 

Yang patut pula dipahami bahwa cara menghidupkan malam tersebut bisa dengan mengerjakan shalat Isya, shalat tarawih (shalat malam) dan shalat shubuh. Mengerjakan ketiga shalat ini dapat dicatat telah mengerjakan shalat semalam suntuk.

Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ
Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.” (HR. Muslim no. 656 dan Tirmidzi no. 221).
Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ حُسِبَ لَهُ بَقِيَّةُ لَيْلَتِهِ
Sesungguhnya jika seseorang shalat bersama imam hingga imam selesai, maka ia dihitung mendapatkan pahala shalat di sisa malamnya.” (HR. Ahmad 5: 163. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

Sumber: rumaysho.com

KPK lakukan Operasi Tangkap Tangan terkait kasus Saipul Jamil

Pihak Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut) menanggapi soal anggota paniteranya yang dikabarkan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) hari ini. Menurut Humas PN Jakarta Utara, panitera yang berurusan dengan kasus pedangdut Saipul Jamil tidak
berinisial R.

"Bukan, inisial R itu pria, usia 40-an, dia bukan yang menangani kasus yang vonis kemarin (Saipul)," ujar Humas PN Jakarta Utara Hasoloan Sianturi sebagaimana rilis yang dikirimkan, Rabu 15 Juni 2016.
Terdapat dua orang panitera dengan inisial R di PN Jakarta Utara. Salah satunya adalah Panitera Utama, Rina Pertiwi. Namun Rina Pertiwi ada di ruangannya hari ini. Sementara satu panitera lainnya memang masih dicari oleh PN.

"Kalau ibu panitera dari pagi sudah di ruangan, yang R satu lagi ini yang panitera pengganti, kami masih berusaha hubungi,” ujar Hasoloan.

Sebelumnya dikabarkan bahwa seorang anggota Panitera PN Jakarta Utara berinisial R ditangkap oleh KPK dalam sebuah OTT. Panitera tersebut menurut sumber di KPK ditangkap karena diduga melakukan korupsi untuk mengamankan kasus Saipul Jamil. Meskipun memang kemudian tidak dipastikan bahwa panitia tersebut adalah yang bertugas untuk kasus pelecehan seksual tersebut.


Seorang Polisi Tewas Setelah Makan Mie Instan

Seorang Polisi Tewas Setelah Makan Mie Instan

JAKARTA –  Anggota Satreskrim Ranmor Polres Jakarta Pusat, Bripka Adam Kurnia meninggal dunia di kantornya, Selasa (14/4) dini hari. Diketahui ia meninggal setelah makan mie instan saat piket malam di Mapolres Jakarta Pusat.


Kompol Suyatno, selaku Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa Adam saat itu sedang mengerjakan berita acara pemeriksaan (BAP) untuk kasus yang ia tangani. Di tengah-tengah pengerjaan berkas, ia ‎memakan mie instan. Akan tetapi, setelah memakan mie instan, diketahui tiba-tiba Adam berteriak minta tolong karena ia merasa kesakitan didadanya.

“Mungkin dia capek. Kemudian Adam istirahat di ruang unit dua. Tiba-tiba dia memanggil temanya, Brigadir Verdy karena mengeluh sakit di dada,” ujar Suyatno saat dibubungi di Jakarta. Setelah mengetahui hal itu, rekan-rekan Adam tidak tinggal diam, mereka takut terjadi apa-apa dengan Adam. Rekan-rekan Adam kemudian mengoleskan minyak angin ke tubuhnya. Tapi Adam terus merengek sesak napas bahkan batuk berdarah. 

Tetapi setelah mengetahui keadaan Adam semakin parah, kemudian Adam langsung dibawa ke Bagian Kedokteran dan Kesehatan‎ (Dokkes) Mapolres Jakarta Pusat guna mendapatkan pertolongan pertama. Pihak medis lantas memberikan oksigen bantuan pada Adam.

“Namun situasi bertambah kritis, hingga ia tak sadarkan diri. Akhirnya, kami memutuskan untuk membawanya ke RSCM. Namun, pada pukul 02.30, Adam sudah dinyatakan meninggal dunia,” terang Suyatno.

Suyatno menjelaskan, saat Adam menghembuskan napas terakhirnya, tubuhnya kaku dan ada busa keluar dari mulutnya.‎ “Kami masih mencari tahu penyebab kematian korban. Dugaan sementara karena sakit,” ujarnya.

Sumber : jpnn.com

Sejumlah Oknum PNS menggelar pesta minuman keras

Sejumlah Oknum Pengawai Negri Sipil (PNS) menggelar pesta minuman keras di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, Selasa (14/6/16). Peristiwa tersebut diduga dilakukan pada jam kerja.

Perbuatan tidak terpuji tersebut terungkap setelah diunggah ke media sosial. Sontak kejadian ini mendapat perhatian ratusan netizen. Rencananya tim Inspektorat akan melakukan penyelidikan dan memanggil seluruh PNS yang terlibat pesta miras. Para pelaku terancam pemecatan dengan tidak hormat.

Pesawat jatuh dan menabrak rumah warga

Pesawat jatuh dan menabrak rumah warga

JAYAPURA - Pesawat milik AMA bernomor registrasi PK - RKC berjenis Cessna 208B jatuh dan menabrak rumah warga di sekitar Bandara Nobgoliat, Yahukimo, Papua, Selasa (14/6/2016). Kepala Bidang Teknik dan Operasional Bandara Sentani, Gagarin Muniaga mengatakan pesawat itu jatuh akibat pilotnya silau melihat sinar matahari saat hendak mendarat. "Itu akibat silau dan pesawat menyenggol rumah warga," ujarnya. 


Mesi begitu, Gagarin memastikan tak ada korban tewas dalam kejadian tersebut. "Tidak ada korban yang meninggal seperti yang diisukan. Kalau ada yang meninggal, itu pasti pesawat meledak dan rumah juga hancur. Ini kerusakan pesawat sedikit," katanya. Sebelumnya dikabarkan pesawat tersebut jatuh sekira pukul 08.00 WIT. Tujuh orang termasuk pilot dikabarkan terluka dan sudah dilarikan ke rumah sakit.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Patridge Rewarin juga membenarkah kejadian tersebut.

“Benar ini informasi awal, sekitar pukul 08.00 WIT. Pesawat milik AMA PK-RKC jenis Cessna 208B mengalami gagal landing hingga menabrak rumah warga,” ungkap Patrige, Selasa (14/6) seperti yang dikutip oleh OkeZone.

Aksi ugal-ugalan dan balap liar menggunakan Motor berplat merah

Aksi balap liar dan ugal-ugalan di Pantai Bahari, Polewali Mandar selama bulan Ramadan sudah sangat meresahkan. Setiap harinya, usai salat Subuh para remaja selalu balapan liar, Yang lebih menarik lagi, para remaja pelaku balap liar tidak hanya menggunakan kendaraan pribadi. Beberapa sepeda motor berplat merah alias motor dinas terlihat
digunakan untuk ugal-ugalan di jalan.

Suara knalpot kendaraan mereka juga sangat bising hingga memekak telinga. Warga berharap kepada aparat dan dinas terkait untuk menertibkan balap liar ini. "ini sudah sangat mengganggu pak, ribut sekali suara motornya. bahaya sekali kalau ada anak-anak dia tabrak" Ujar Syamsuddin warga setempat.

Selain itu, balap liar juga sangat  membahayakan keselamatan bagi  pengendara jalan yang lain maupun pejalan kaki. Mereka harus menghindari jalan ini karena jalur ini digunakan sebagai arena lintasan balap bagi para pembalap. sangat meresahkan pak, ini jalan dua jalur di gunakan semua. masa saya harus mutar lagi" kesal Rahman pengendara yang melintas.

Menimbang Perppu Kebiri banyak Perbedaan Pendapa

Menimbang Perppu Kebiri banyak Perbedaan Pendapa



Presiden Joko Widodo telah meneken Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) kejahatan seksual terhadap anak.

Perppu Nomor 1 Tahun 2016 itu merupakan perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Media kerap menyebutnya Perppu Kebiri, mengacu pada salah satu hukuman tambahan yang termuat di dalamnya.



Perppu Kebiri memuat pemberatan pidana dan hukuman tambahan bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

Hukuman tambahannya berupa kebiri kimiawi, pengumuman identitas ke publik, dan pemasangan alat deteksi elektronik. Adapun pemberatan pidana yaitu penambahan sepertiga dari ancaman pidana, hukuman mati, penjara seumur hidup, serta pidana penjara maksimal 20 tahun penjara dan minimal 10 tahun penjara.

Perkara beda pendapat


Komnas Perempuan mengkritik Perppu itu, terutama ihwal masuknya hukuman mati dan kebiri kimiawi. Menurut mereka, kedua hukuman itu tidak sesuai dengan Konvensi Anti Penyiksaan, yang diratifikasi Indonesia melalui UU No.5/1998.

"(Konvensi Anti Penyiksaan) melarang segala bentuk penghukuman yang kejam, tidak manusiawi dan/atau merendahkan martabat kemanusiaan. Hukuman mati dan hukuman kebiri termasuk dalam bentuk hukuman ini," demikian termaktub dalam pernyataan sikap Komnas Perempuan.

Komnas Perempuan mensinyalir penerbitan Perppu itu sekadar merespons desakan emosional publik, tanpa mempertimbangkan keroposnya penegakan hukum yang ada di Indonesia. Mereka menyebut masalah utama kekerasan seksual adalah tidak banyak kasus yang sampai ke proses peradilan dan mendapatkan sanksi hukum maksimal.

Perppu Kebiri, pun dianggap sekadar menitikberatkan pada upaya membuat jera pelaku. Namun mengabaikan faktor lain, seperti penyebab perempuan dan anak rentan menjadi korban kekerasan, pencegahan, serta pelayanan dan pemulihan terhadap korban.

"(Melalui Perppu Kebiri) kekerasan seksual tidak dilihat sebagai konsep penyerangan atas tubuh manusia melalui tindakan seksual, melainkan semata-mata soal libido" tulis Mariana Amiruddin, Ketua Subkomisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan, melalui laman Facebooknya, Rabu (25/5/2016).

Komnas Perempuan juga menganggap pemerintah terkesan membedakan antara kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan. Padahal, dalam hemat mereka, baik anak dan perempuan sama-sama rentan terhadap kekerasan seksual.

Di sisi lain, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) justru memuji langkah Presiden Jokowi menerbitkan Perppu Kebiri. Ketua KPAI Asrorun Niam mengatakan Perppu Kebiri menunjukkan keseriusan Jokowi dalam mencegah dan menangani kejahatan seksual terhadap anak. "Perppu ini diharapkan dapat memberikan efek jera sehingga dapat mencegah tindak kejahatan seksual terhadap anak," kata Asrorun, dilansir detikcom, Rabu (25/5/2016).

Di Twitter, @FahiraIdris --dipercaya sebagai akun milik anggota Dewan Perwakilan Daerah, Fahira Idris-- mengirimkan 80 seri kicauan, yang menyatakan dukungannya terhadap Perppu Kebiri.

Menurutnya, Perppu ini akan membuat para predator seksual berpikir 1000 kali untuk melakukan aksinya. @FahiraIdrisi juga menyindir argumentasi soal bentuk hukuman mati dan kebiri yang melanggar HAM. "Anda sibuk memikirkan HAM pemerkosa-pemerkosa biadab seperti ini?" tulis akun berpengikut 233 ribu itu.

Pro-kontra ihwal Perppu Kebiri memang meluas hingga di media sosial. Sebagai misal, kami kutip sejumlah komentar netizen.